--
PURBALINGGA SOROT NUSWANTORO.Bupati akan mengirimkan pemuda Purbalingga untuk belajar pertanian di Cina. Menurut Bupati, masalah ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan pokok akan terjaga apabila pemuda tergerak mengelola pertanian. Hal ini karena pengembangan usaha pertanian secara modern dan inovatif, hanya bisa dilakukan oleh generasi muda. Hal itu disampaikan Bupati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan yang berlangsung di Setda Purbalingga, Senin (4/12).

Hadir dalam kegiatan itu, beberapa perwakilan anggota Karang Taruna yang beradal dari 18 Kecamatan. ''Kami sengaja menyertakan pemuda dalam kegiatan rakor kali ini, untuk kembali membangkitkan minat pemuda terhadap bidang pertanian,'' kata dia.
''Untuk itu, berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani harus segera diatasi. Bila tidak, maka bidang pertanian di Indonesia kelak akan semakin tertinggal dibanding negara lain,'' katanya.
Terkait kondisi ini, Bupati menyatakan akan berupaya untuk membangkitkan kembali minat pemuda di Purbalingga untuk kembali menerjuni bidang pertanian. Terutama dalam upaya menjadikan Purbalingga sebagai salah satu lumbung pangan di Indonesia.
''Untuk meningkatkan SDM dalam bidang pertanian, saya berencana untuk mengirimkan 18 pemuda untuk belajar pertanian di Cina. Nanti, dari masing-masing kecamatan akan diambil 1 orang,'' kata dia.
Kepada dinas terkait, Bupati juga telah mempersiapkan dana bagi 18 orang yang akan berangkat ke Cina.
Sambut Bandara Jenderal Soedirman, Investor Bangun Hotel Bintang 3 dan 4
--
PURBALINGGA SOROT NUSWANTORO.Rencana pembangunan dan pengembangan Pangkalan Udara (Lanud) Jenderal Besar Soedirman Purbalingga menjadi bandar udara komersial bukan hanya disambut baik masyarakat daerah, namun juga investor. Sejumlah investor menyatakan ketertarikannya menanamkan modal di Purbalingga.

Bupati menyebut, seorang investor, yang bernama Imam Supriadi yang bekerja di kantor pajak Jambi tertarik membangun Hotel Bintang
3 di desa Panican kecamatan Kemangkon Purbalingga. Desa tersebut berada dekat dari bandara Jenderal Soedirman.
"Pemkab Purbalingga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan dan pengembangan Lanud Jenderal Besar Soedirman di Wirasaba, yang akan dilakukan pada 18 Desember 2017, bertepatan pada hari jadi kabupaten Purbalingga ke 187," kata Bupati Purbalingga, Senin (4/12).
Selain itu, rencana pembangunan dan pengembangan Pangkalan Udara Jenderal Besar Soedirman ini juga telah menarik minat banyak investor lainnya yang akan membuka investasi di kabupaten Purbalingga.
Selain di desa Panican, investor juga akan berinvestasi di beberapa wilayah di Purbalingga, di antaranya rencana pembangunan Hotel Bintang 4, serta pembangunan lapang golf.
Staf ahli Presiden juga telah membawa Investor yang akan membangun pabrik mesin di Purbalingga. Investor lainnya ada yang akan membangun pengembangan laboratorium beras, hingga membangun pabrik gula di Purbalingga.
"Saat bandara JB Soedirman sudah jadi, jamaah haji Purbalingga tak lagi naik bus tapi bisa menggunakan pesawat terbang dari Bandara JB Soedirman menuju embarkasi Donohudan. Selain itu juga kami akan menjadikan bandara PB Jenderal Soedirman menjadi embarkasi atau lokasi pemberangkatan jamaah haji dari kabupaten-kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian Barat." ujar Bupati.
PESTA TAHU KALIKABONG
--
PURBALINGGA SOROT NUSWANTORO.Makanan tahu ternyata bukanlah makanan yang monoton, nyatanya tahu dapat dikreasikan menjadi berbagai macam kudapan. Sebanyak 20 perwakilan PKK tingkat RT Kelurahan Kalikabong Kecamatan Kalimanah masing-masing berlomba menciptakan satu kreasi menu kudapan berbahan tahu. Hasil kreasi tersebut dipamerkan sekaligus diperlombakan dihadapan masyarakat Purbalingga dalam acara Pesta Tahu yang diselenggarakan oleh Karang Taruna “Medan Remaja” Kelurahan Kalikabong, Minggu (3/12) lalu.

Hasil kreasi tahu yang dibuat diantaranya, Perkedel tahu, tahu welok, nuget tahu, tahu bunder, tahu fantasi, pepes tahu, puding tahu, pizza tahu, tahu ranjau bakar, tahu bunga, tahu mercon, brownies tahu, sate tahu dan sate lilit. Dari sekian kreasi tersebut dipilih 6 tim pemenang diantaranya, Juara I diraih oleh tim PKK RT 5 RW 1 (Brownies Tahu), Juara II RT 3 RW 1 (Pizza Tahu), Juara III RT 1 RW 2 (Nuget Tahu); selain itu untuk Juara Harapan I diraih oleh Tim PKK RT 3 RW 4 (Sate Lilit Tahu), Juara Harapan II RT 5 RW 1 (Puding Tahu) dan Juara Harapan III RT 4 RW 3 (Sate Tahu).
Acara yang digelar di area parkir swalayan Ken Mriki ini menyedot atensi dari masyarakat dan Pemkab Purbalingga. Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon mengapresiasi akan terselenggaranya acara Pesta Tahu ini. “Saya minta tolong nanti pemenang lomba kudapan tahu ini bisa dipilih menjadi rekanan untuk menyediakan kudapan setiap kegiatan di pemerintahan. Sebab kita juga punya program Bela-Beli yang mewajibkan membeli produk lokal guna mendorong ekonomi masyarakat Purbalingga sendiri,” kata Wabup yang akrab disapa Tiwi ini.
Ia berharap dengan acara ini bisa menggugah gaung spirit pengusaha tahu Kalikabong yang sempat meredup ini. Selain itu juga menyadarkan kepada masyarakat bahwa makanan tahu ini bisa diolah menjadi aneka menu yang tidak membosankan. Pihaknya juga berkomitmen untuk mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu di Kalikabong dengan memberikan fasilitas peralatan pendukung.
“Tahun 2018 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah menganggarkan fasilitas peralatan untuk home industry Tahu di Kalikabong. Atau juga dari Dinkop UMKM nantinya bisa memberikan pembinaan lebih lanjut pada mereka,” tuturnya.
Sementara itu Lurah Kalikabong Setiawan Priambodo menerangkan acara Pesta Tahu ini juga salah satu perwujudan tindak lanjut pengembangan ekonomi Industri Tahu. “Kami bekerjasama dengan pemuda Karang Taruna, tiap hari Minggu pagi mereka membantu menjualkan produk olahan tahu di GOR dan untuk hari biasa juga menjual di outlet. Ini membuktikan bahwa antusias sudah nampak,” katanya.
Ia merinci di Kalikabong ada 5 kelompok IKM produksi tahu. Masing-masing kelompok ada 10 orang. Salah satunya ada yang menjual Tahu Kosong dan diborong pengusaha Sokaraja untuk dikemas ulang dan dijual menjadi seolah-olah produk khas Sokaraja.
Salah satu ketua kelompok IKM produksi Tahu, Samsul mengakui adanya kelesuan produksi pada periode belakangan. Beberapa faktor diantaranya kurangnya inovasi dan alih profesi. “Saya lihat di Pasar Segamas, penjual tahu masih didominasi dari luar Kalikabong dan luar Purbalingga. Namun belakangan dengan adanya inovasi seperti tahu bulat, tahu bom lumayan bisa meningkatkan penjualan,” terangnya.
Selain serangkaian lomba kudapan tahu, acara ini juga menyelenggarakan adanya Bazar Tahu, dan Pesta Tahu gratis yang telah diolah seperti Bubur Ayam Tahu, Piza Tahu dan Pecel Tahu. Selain itu juga diselenggarakan lomba mewarnai gambar bertemakan tahu yang diikuti 150 anak TK yang ada di Kalikabong. Mereka yang memenangkan lomba mewarnai ini diantaranya Juara I diraih Zahra Ayundya A, Juara II Fazlia Queenaska dan Juara III Azel Z, Juara Harapan I Fatihah Zakira I, Juara Harapan II Zaky dan Juara Harapan III Naora MJ.